Minggu, 22 Januari 2012

Hak apa yang dimiliki orang dalam keterbatasan?
Pernahkah anda merasa ada sebuah batasan yang menghentikan anda untuk maju?
Saat ini cinta telah mengudara dalam nafas yang kuhirup tiap harinya.Namun semua tak membuatku terindahkan dengannya,malahan terpuruk karenanya.Konon oarang bilang cinta itu indah,namun apa?mana?
Tak semua yang kita rasakan akan sepeti yang anda impikan.Mencintai dengan batasan sering terjadi dalam hidup saya.
Terbatas waktu,materi dan status.Salah gak sih mencintai seseorang ketika kita sudah memiliki pasangan?Apakah kita menahan dengan alasan tertentu,dan membiarkan seolah tak ada rasa apa-apa dan berbohong pada sang hati yang polos "tidak lah biarkan saja".
Mencintai sesorang yang memiliki klsifikasi kelas atas,sedangkan kita kelas menengah?cinta yang terbendung materi.Cinta yang terhenti karena perbedaan kasta,majikan dan hambanya,si miskin dan si kaya,bangsawan dan rakyat jelata.
Terkungkung oleh penyesalan akan cinta di masa lalu.Sebuah cinta yang tak berkelanjutan,berujung pada sesal.
Apakah ada yang salah dalam perasaasn cinta?
Cinta itu murni,indah dan suci,hanya pada saat yang benar dan tak salah tempat.Cinta akan tetap bersemi,meski musim dingin beratus tahun.Biarkan hati terus mencinta,asal tak merusak suasana,hancurkan impian, dan punahkan harapan.Biarakan ia bersemi dalam hati dan nikmati.Semoga dengan itu hatimu terbahagiakan.

Kamis, 05 Januari 2012

IDENTITAS NOVEL
Judul : Pada sebuah Kapal
Karangan : NH. Dini
Cetakan : Kedua, Tahun 1988
Tebal : 350 halaman
1.       Tema:
Cinta dan Perselingkuhan
Latar:
a. Semarang
b. Jakarta
c. Kobe, Jepang
d. Kapal
e. Perancis
2.       Penokohan:
a. Sri : penuh semangat, tegar, keras kepala, sabar.
b. Michel : sabar, penyayang.
c. Saputro : sabar, penyayang.
d. Charles : pemarah, pelit, egois.
e. Sutopo : perhatian, suka menasehati.
f. Carl : baik hati, sedikit sombong.
3.       Resensi
Novel Pada sebuah Kapal,diceritakan tentang kisah seorang wanita dalam hidupnya dan mengalami banyak masalah.Sang penulis cerita menggambarakan sosok wanita yang menjalani kehidupan dengan tegar,meskipun mengalami kegagalan dalam pernikahan.Hingga akhirnya pertemuan di sebuah kapal membuat dia menemukan cintanya meski dalam status istri orang.
Dalam cerita ini penulis menggunakan sudut pandang orang pertama,dan latar tempat yang memiliki hubungan terhdap hidup penulis.Tak jarang juga ditemukan bentuk gaya bahasa hiperbola,personifikasi dan simile untuk mengungkapkan perasaan tokoh.
Kebimbangan demi kebimbangan,serta perubahan perasaannya terhadap beberapa lelaki dalam hidup tokoh utama,mengalir dan diarahkan menjadi alur cerita yang berakhir happy ending namun agak sedikit menggantung.
Cerita ini ingin menyampaikan pesan bahwa dalam mengambil keputusan haruslah penuh pertimbangan dan ketika keputusan telah diambil,seseorang harus berani menghadapi apapun konsekuensi yang akan menghadang di depannya.Serta dalam memilih pasangan tak hanya mempertimbangkan aspek rasa namun juga watak sebenarnya harus diketahui dan dphami terlebih dahulu,sehingga untuk meminimalisir rasa penyesalan.





Rabu, 04 Januari 2012

Depok,15 Desember 2011

Untuk pertama kalinya saya mengikuti seminar d Universitas Indonesia,pada hari ini kami mengikuti Seminar Mediasi Perbankan. Bagi ku ini mungkin ha lasing namun  demi manambah wawasan ku coba untuk menghadiri seminar ini.Setelah acara dimulai ternyata cukup menarik topic yang dibahas kali ini,dan juga sponsorship dari Bank of Amreica Merrill Lynch member kesan agak eksklusif,ya karena baru kali ini ku dengar nama bank tersebut.

Acara dimulai dengan beberapa sesi dan juga beberapa pembicara,dimulai dari perkenalan Bank Of America Merrill Lynch,dilanjutkan oleh Pakar Mediasi Perbankan,dan terakhir dilanjutkan oleh pihak kepolisian.Meski agak aneh tapi ku coba memahami,ternyata problematika dalam dunia perbankan sangat menarik.

Aku berharap apa yang ku dapat pada hari ini berguna bagi dunia kerjaku nanti,paling tidak sebagai bekal wawasan kelak.
Depok,28 September 2011

Hari yang bersejarah bagiku,hari dimana telah kuperoleh sebagian dari barang yang kuimpikan selama ini.Semula memiliki barang ini terkesan muluk dan tak mungkin,tetapi pada hari ini kuterima Sebuah Laptop Axio i3.
Sungguh berkesan pada hari ini juga aku belajar untuk menginstal,memprogram dan menambah aplikasi computer yang semula asing bagiku.Di sini kami diajarkan meginstal dan melakukan beberapa tips perawatan.

Workshop “NOTEBOOK TUNING & TROUBLESHOOTING”,nama acara ini sekitar 4 jam waktu yang terpakai Karena ada beberapa proses loading yang cukup lama.

Dengan ini sebagian dari beberapa barang impian ku terwujud,jadi bukan hal yang mustahil barang-barang impianku yang laen juga terwujud.

Semoga Laptop ini bermanfaat.Amin
Kepulangan kami dari dokter gigi ditempuh dengan jalan kaki.Jauh?lumayan,mungkin memakan waktu 1 jam jalan kaki.Bagi kami jalan kaki tak hanya sebagai salah satu olahraga,namun sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Sebenarnya sih memang strategi untuk penghematan bagi keluarga kami,maklum saat itu keluarga kami memang hidup dala keterbatasanjadi sudah sewajarnya kami melakukan trik-trik penghematan.

Rute perjalanan kami melewati pusat kota Salatiga,berbagai pertokoan,hiruk pikuk orang berjualan di pasar,dan beberapa penjaja makanan yang membuatku tergiur.Dan cara ayahku menahan gejolak jajan ini dengan mengalihkan perhatianku dengan mengajak bercanda.Sudah pasti aku te rlena akan keinginan itu.Inilah trik jitu ayahku.

Terkadang aku sangat iri kepada anak-anak laen karena mereka memiliki apa saja yang aku inginkan,rasa iri ini menimbulkan nyeri di hati.Keterbatasan membuatku minder dan menjadi pemalu.Di sisi lain sekarang aku bersyukur,karena kulihat saat ini banyak anak-anak kehilangan masa bersama orang tua hanya Karena mereka mencari materi.Dalam batinku berkata untuk apa menumpuk uang jika tak menikmati waktu yang ada saat ini.Anak tak hanya butuh untuk di cukupi keperluannya secara lahir,tetapi secara batin saat kecil mereka butuh dibimbing dan diperhatikan.

Jalan yang lumayan jauh tidak terlalu terasa bagiku,mungik pelatihan selama ini telah menguatkan otot kakiku yang mungil.Dan juga banyak hal-hal yang dapat kulihat di sepanjang jalan ini membuat pikirnku teralih dari rasa capek.

Kunci rahasia sukses ayahku dalam “pencabutan” ini adalah sebuah warung tenda orange yang terpampang di depanku saat itu.Di bagain depannya ada tulisan yang membuat liurku mengalir.
“Buk bakso dua…..!!!”ucap ayahku kepada wanita paruh baya yang sedang sibuk meracik.

Ya BAKSO adalah kuncinya.Terlebih lagi ini adalah warung bakso favoritku,dan tak hanya sekali ini namun strategi ini telah berjalan berulang kali sewaktu usai tercabutnya gigiku.Jadi ketika anak-anak laen merasa takut,berontak dan kabur,tapi bagiku hal yang kutunggu karena semua akan di bayar dengan semangkuk bakso lezat ini.

Masih teringat ketika umurku masih 7-8 thun sebuah ritual yang sering terjadi ketika gigi imutku sudah saatnya dicabut.Sebuah kebiasaan yang selalu terjadi ketika masa “pencabutan” ini.
Dimulai dari naik angkot nomor  10 yang selalu menjadi pilihan untuk munuju ke lokasi.Ya jarak memang cukup jauh dari rumah sederhana kami.

Seperti kebanyakan anak kecil,peristiwa ini menjadi suatu adegan yang menegangkan. Dimana gigi yang mulai goyah dan bengkak akan terasa sakit sekali saat untuk makan atau lainya,belum lagi jika ada yang berlubang,akan menjadi lebih menyakitkan lagi ketika prosesnya nanti.

Awalnya menegangkan ketika menunggu namaku dipanggil.Bosan menunggu itu pasti tapi itu proses yang wajib dialami setiap pasien.Masih ingat aku kursi dari kayu yang terpasang membentuk persegi sesuai dengan bentuk ruangan.Dan hal-hal yang sering kulakukan adalah mengamati para pasien,dan ketika melihat ekspresi mereka ketika keluar ruang dokter menambah rasa takutku.
Saatnya tiba masuklah aku,sebenarnya ingin ditemani ayahku namun beliau menyuruhku untuk menghadapi ketakutan ini sendiri.Mungkin pesan beliau “Hadapilah ketakutanmu sendiri nak”.Ketika masuk langsung aku dipersilahkan duduk dikursi yang mirip kursi operasi.Dan dokter mulai beraksi.
Ketegangan demi ketegangan telah berlalu,kini gigi yang membuat galau beberapa mingguku telah pamit meninggalkan singgasana mulut mungl ini.
Rata-rata pergi ke dokter gigi sangat ditakuti anak-anak,namun ayahku memiliki strategi yang cukup ampuh untuk membujukku.Itulah kelebihan ayahku.
Tumbuhan hijau yang semula terlihat hijau dan ratusan rumah-rumah penduduk yang bermacam-macam bentuknya,warnanya,kini semua terlihat sama ABU-ABU.
Beberapa waktu yang lalu sebuah bencana yang menggemparkan Bumi Pertiwi,ya Bencana Merapi dating menyapa Negara Indah nan subur ini.Wilayah bumi Indonesia kita berada pada lokasi gunung berapi yang paling dikenali adalah gunung berapi yang berada di sepanjang busur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Busur Cincin Api Pasifik merupakan garis bergeseknya antara dua lempengan tektonik..Gunung-gunung  yang memang sering aktif untuk kali ini benar-benar meluapkan kemarahannyauSalah satunya Gnung Merapi.Awan panas dari mulutnya telah memakan banyak korban,diantaranya penduduk,hewan ternak,sawah,rumah terlahap dengan mudah dalam hitungan hari.
Jadi tak heran jika ribuan penduduk penghuni lereng gunung ini berbondong-bondong mengungsi.Namun ada juga beberapa yang tetap bersikukuh untuk bertahan,seperti sang empu atau Juru Kunci Gunung Merapi,Mbah Marijan.Sebagai pemegang jabatan juru kunci dia merasa memahami gunung ini,hanya saja karena prediksinya salah beliau juga menjadi korban luapan awan panas Merapi.

Hingga sekarang Merapi masih meluapkan lahar dingin,meskipun awan panasnya sudah reda tetapi limpahan material dari Gunung ini yang terbawa oleh air hujan cukup merepotkan.Beberapa jembatan yang dilewati aliran ini hancur terserang derasnya aliran lahar dingin,sehinga jalur terputus dan mengganggau akses transportasi.
Ribuan warga yang semula memiliki lahan untuk digarap sekarang kebingungan meratapi nasib.Namun demi kelangsungan hidup mereka tak hanya menunggu bantuan dari pemerintah yang tak jelas dan kurang terarah.Sehingga mengerjakan hal apapun demi bisa menghasilkan sesuap nasi.
Namun mari terus bangkit,semua beban ini akan ditanggung bersama-sama,terus bangkit dan beusaha memperbaiki segala aspek kehidupan yang sempat hancur.Mari belajar untuk menyikapi segala hal dalam hidup ini.
Bencana bukanlah sebuah kutukan dari Sang Pencipta,jika kita mau berpikir semua ini adalah pertanda.Sebuah bukti atau peringatan bahawa alam ini tak diciptakan unuk manusia saja namun juga tempat tinggal berbagai macam makhluk hidup,sehingga kehidupan selaras dengan alam dan makhluk lainnya.Juga tak melupakan tentang kewajiban pokok kita sebagai makhluk untuk menyembah Sang Pemilik Alam Semesta.

Sebuah gambaran ironi negeri tercintaku,kejadian lucu dari negeri yang mencoba maju.Dengan langkah tersendat tertinggal dalam berkembang.
Sebuah kisah ketimpangan hukum yang menggambarkanntak ada keadilan untuk rakyat miskin.Seorang anak smk bernama AAL menemukan sepasang sandal jepit usang di pinggir jalan depan kost seorang anggota polisi dilaporkan hingga ke meja hijau,hingga terancam hukuman 5 tahun dan sempat mendapatkan pukulan dari oknum polisi tersebut.
Kisah ketidak adilan ini tak hanya berlangsung sekali ini,namun telah terjadi kesekian kali,kisah Prita dengan RS.Omni,kisah nenek mengambil 3 biji kakao dan mungkin ada kasus laen yang tak tertangkap oleh publik.
Namun dilain pihak para petinggi Negara yang mengambil uang milik Negara yang nilainya Jutaan kali lipat dari harga sebuah sandal malah mendapat keringanan dan juga mereka malah bebas dari hokum serta tertawa.Sudah pasti hal ini akan menyulut kemarahan rakyat,sehingga aksi solidaritas berupa aksi seribu sandal untuk AAL,koin untuk Prita dan laenya mengalir dari sabang sampai merauke.
Semoga peristiwa ini tak terus berlanjut di negeri ini,keadilan juga tak selayaknya bermata sebelah.Keadilan adalah milik siapa saja dan bersifat murni,tak mampu dibelokkan oleh kekuasaan dan uang.Demi terwujudnya Negara yang damai dan makmur untuk Seluruh rakyat Indonesia.Amin