Jumat, 27 September 2013

Yahh...memang hidup terkadang tidak sesuai yang kita inginkan. Bagi ku untuk kesekian kalinya mencintai wanita yang sudah dimiliki. Ironis memang tapi berulang kali hal ini terjadi. Apa ada yang salah? Nggak,sekali lagi ku bilang tdak ada yang salah...karena selama ini hanya mengikuti aliran perasaan ini,meskipun berujung sakiiitt.

Ketika ku sadari adanya cinta itu ada,namun batas tipis waktu tak memberi harapan.Meski hanya dalam hitungan hari,semuanya berubah. Ya....hati ini menjadi lebih muda,kuat dan hancur pada akhirnya. Ketika ku sadari dia sudah ada yang memiliki.
Meski ku coba untuk ikhlas,merelakan dia meraih apa yang dia harapkan yaitu kebahagiaan. Meskipun akhirnya bukan aku yang dipilihnya. Benar..aku merelakan wanita yang kucintai menajalani hari-hari dengan lelaki lain,kata salah seorang teman "..mungkin itu jodohmu yang dipinjem sama orang laen.". Terdengar sembarangan emang,tapi itu benar kok..(bagiku,karena hingga detik ini masih terus berharap).

Alasan kenapa aku bertahan?kamu bodoh menuggu orang putus?
Mungkin benar bodoh adalah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang ku lakukan. Namun disisi lain aku merasakan sebuah 'Skenario Indah' yang telah ALLAH SWT tulis....di perjalanan hidupku. Karena dalam beberapa hari itu sempat aku berdo'a "Ya ALLAH beri aku tanda jika dia adalah jodohku....." dan setelah menerima beberap pil pahit kenyataan yang CUKUPPPP dahsyat,hati ini mulai terbuka dan dengan ikhlas semua terlihat.
Semua menyatakan bahwa bukti dari sahabat,teman dan tingkah laku yang ku dapatkan menyiratkan..."Aku akan bertahan semampuku,bertahan untuk terus mencintaimu...karena hingga saat ini aku masih yakin 'dia' layak untuk diperjuangkan.'.

Sekian
Bagaimana rasanya mencintai
Namun dia telah dimiliki

Bagaimana mengagumi
Dengan batasan hanya dalam hati

Bagaimana ketika ingin memiliki
Disaat waktu telah berlalu

Bagaimana yakinkan diri
Jika semua tak tunjukkan arti

Bagaimana mampu mengerti
Walau akhirnya kini tak diberi

Hati dan pikiran adalah satu
Berjalan seiring waktu
Menembus bayang semu
Lepaskan semua anganku
Tersisip rasa ragu
Untuk terus mencintaimu

Dan ketika kusadari tandanya
Timbul niatku bertahan
Untuk terus mengarahkan
Hanya satu cinta yang beralasan
Meski terhalang oleh batasan