Selasa, 27 Maret 2012

Wahai sahabat berjas warna-warni...
Kita beraspirasi,namun hanya seperti hanya beryanyi
Teriak hingga urat bermunculan hanya dianggap dengungan nyamuk

Bukan sayang nyawa,bukan anggap sebelah mata
Tapi yang kalian perjuangkan akan sia-sia

Evolusi demokrasi harus kita ciptakan
Dengan aplikasi yang lebih nyata
Gerakan yang lebih mengena

Kalo emosi sudah memuncak karena adanya sang penybar minyak dalam kerumunan
Semua akan jadi salah
Kebenaran yang buta
Buta akan kebenaran semu

Jika perlu kita fokuskan untuk memburu para koruptor
Seperti para jendral kita diburu saak 30 S PKI

Jika perlu sabotase hidup mereka
Hingga mereka merasakan neraka di bumi yang mereka curangi

Jika perlu kita bawa mereka rame2 tnpa busana
Sumbangkan 1 tamparan untuk setiap insan pertiwi kepada pengambil hak2 rakyat

Saat ini suara2 kita hanya akan dianggap sumbang
Teriakan rakyat dan suara demokrasi kita tak akan terdengar di istana megah itu
Bahkan suara gema nusantara akan dianggap parede konyol di gdung mewah bertoilet 'mewah'

Mari berdemokrasi tanpa repotnasi,repotransportasi

Kamis, 15 Maret 2012


Adverbial clause
Definition:
A dependent clause used as an adverb within a sentence to indicate time, place, condition, contrast, concession, reason, purpose, or result. Also known as adverbial clause.
An adverb clause begins with a subordinating conjunction (such as if, when, because, or although) and includes a subject and a predicate.

Observations:

The name "adverbial" suggests that adverbial clauses modify verbs; but they modify whole clauses, as shown by the examples [below]. Their other key property is that they are adjuncts, since they are typically optional constituents in sentences. They are traditionally classified according to their meaning, for example adverbial clauses of reason, time, concession, manner or condition, as illustrated below.
a. Reason
Because Marianne loved Willoughby, she refused to believe that he had deserted her.
b. Time
When Fanny returned, she found Tom Bertram very ill.
c. Concession
Although Mr D'Arcy disliked Mrs Bennet he married Elizabeth.
d. Manner
Henry changed his plans as the mood took him.
e. Condition
If Emma had left Hartfield, Mr Woodhouse would have been unhappy.

Recognize an adverb clause when you see one.

An adverb clause will meet three requirements:
  • First, it will contain a subject and verb.
  • You will also find a subordinate conjunction that keeps the clause from expressing a complete thought.
  • Finally, you will notice that the clause answers one of these three adverb questions: How? When? or Why?
Read these examples:
Tommy scrubbed the bathroom tile until his arms ached.
How did Tommy scrub? Until his arms ached, an adverb clause.
Josephine's three cats bolted from the driveway once they saw her car turn the corner.
When did the cats bolt? Once they saw her car turn the corner, an adverb clause.
After her appointment at the orthodontist, Danielle cooked eggs for dinner because she could easily chew an omelet.
Why did Danielle cook eggs? Because she could easily chew an omelet, an adverb clause.

Kinds of adverbial clauses

kind of clause
common conjunctions
function
example
time clauses
when, before, after, since, while, as, as long as, until,till, etc. (conjunctions that answer the question "when?"); hardly, scarcely, no sooner, etc.
These clauses are used to say when something happens by referring to a period of time or to another event.
Her goldfish died when she was young.
conditional clauses
if, unless, lest
These clauses are used to talk about a possible or counterfactual situation and its consequences.
If they lose weight during an illness, they soon regain it afterwards.
purpose clauses
in order to, so that, in order that
These clauses are used to indicate the purpose of an action.
They had to take some of his land so that they could extend the churchyard.
reason clauses
because, since, as, given
These clauses are used to indicate the reason for something.
I couldn't feel anger against him because I liked him too much.
result clauses
so...that
These clauses are used to indicate the result of something.
My suitcase had become so damaged on the journey home that the lid would not stay closed.
concessive clauses
although, though, while
These clauses are used to make two statements, one of which contrasts with the other or makes it seem surprising.
I used to read a lot although I don't get much time for books now.
place clauses
where, wherever, anywhere, everywhere, etc. (conjunctions that answer the question "where?")
These clauses are used to talk about the location or position of something.
He said he was happy where he was.
clauses of manner
as, like, the way
These clauses are used to talk about someone's behaviour or the way something is done.
I was never allowed to do things as I wanted to do them.

 


Selasa, 06 Maret 2012


Mobilitas sangatlah penting bagi setiap manusia dalam konteks sempit,dan untuk suatau Negara untuk lebih luasnya.Jika tanpa adanya tranportasi semua akan berjalan lebih lambat,perekonomian juga akan menjadi lebih lambat dalam perkembangannya.
Hingga bukan hal yang aneh jika kenaikan harga BBM yang menjadi energi atau Sumber tenaga alat transportasi akan turut mempengaruhi harga barang-barang. Semua ini terjadi setiap barang yang membutuhkan distribusi akan akan menggunkan jasa transportasi untuk menyampaikan dari produsen ke konsumen atau para pedagang.
Dari berbagai alat transportasi angkutan umum adalah yang paling dekat dengan rakyat.Untuk lebih fokus saya mengambil contoh angkot. Dalam perkembangannya pun selama kurun waktu tertentu sangat signifikan. Dengan berbagai warna,nomor yang terkadang akan berbeda setiap trayek dan wilayah.Hanya saja seiring dengan peningkatan jumlah manusia dan pola pikir mereka,angkot semaikn terpojok dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor.Hal ini dipicu dari pemikiran “..daripada nunggu angkot yang tidak jelas datangnya,sering ‘ngetem lama’,jalan dengan pelan dan terasa tidak bebas dalam mobilitas kalau mengandalkan angkutan umum..”. Sehingga dari pada harus bayar angkot orang lebih memilih untuk mengambil kredit motor.
Namun keadaan ini malah memicu perilaku para sopir angkot melakukan tindakan yang kurang baik di jalan raya. Berikut tindakan para pengendara angkot yang mungkin dinilai kurang baik bagi masyarakat:
*      Menaikkan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat
Kejadian ini sering kali menyebabkan kemacetan,bayangkan saja dengan lebar jalan yang tidak seberapa mereka tak jarang menaikkan dan menurunkan penumpang di tempat yang kurang tepat. Mungkin juga bukan sepenuhnya salah para sopir itu,namun kemungkinan juga itu permintaan para penumpang.
*      Berebut penumpang
Karena minimnya penumpang ini menyebabyakan sesama angkot akan berebut penumpang,merekan akan berlomba mendapatkan penumpang demi mengejar target setoran. Saling kejar-kejaran di jalan dan katika ada penumpang yang melambaikan tangan di bahu jalan,seketika juga mereka mengambil bahu jalan tanpa mempedulikan sesame angkot yang lebih dekat.
*      Tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas
Ini tindakan yang paling berbahaya ketika melhat ada penumpang para sopir angkot tidak sungkan untuk memberikan maneuver-manuver yang hanya bisa dilakukan oleh pembalap yang pro. Namun ini akan bebeda ketika maneuver itu dilakukan untuk mandapat penumpang,sehingga seringkali membuat kendaraan di belakangnya terkejut hingga mengakibatkan kecelakaan.
*      Kurangnya keamanan dan kenyamanan
Dalam beberapa kasus terjadi pemerkosaan dalam angkot atau pelecehan dalam angkot ini. Tak jarang pelakunya adalah sang sopir angkot. Ada juga rasa tidak nyaman ketika menaik kendaraan roda empat ini,ya itu ketika jumlah penumpang dipaksakan untuk membuat kursi ‘benar-benar’ penuh,hingga akan salim berdempetan.
 
Hal-hal seperti tersebut di atas sering terjadi di sekitar kita. Namun yang kenapa seolah-olah itu semua menjadi hal yang wajar bagi kita. Bukankah seandainya itu semua bisa dibenahi akan menjadi alat transport yang dekat dengan rakyat dan terkesan lebih elegan. Sehingga juga akan mengurangi pengguna sepeda motor.
Berikut adalah sebuah ide yang saya pikirkan untuk mengatasi beberapa masalah seputar transportasi yang paling dekat dengan rakyat ini.
Ø  Pembentukan Paguyuban atau Organisasi
Hal pertama yang menurut saya penting adalah adanya wadah yang mampu mengkoordinasi semua kendaaan ini. Disisi lain juga untuk menyamakan pikiran antara Pengusaha,pemerintah dan rakyat yang menjadi konsumen. Setelah organisasi ada,tugas pemerintah,lebih kususnya Dishub masuk untuk menjadi pemberi opini yang membangun. Penerapan aturan-aturan juga perlu disosialisasikan oleh pihak yang berwenang.
Ø  Menyediakan halte angkot atau tempat pemberhentian
Dengan adanya halte khusus atau pemberhentian angkot,akan mengurangi pemberhentian di sembarang tempat. Namun hal ini juga perlu adanya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lokasi tertentu ini,dalam penggunaan jasa angkutan umum.
Ø  Penjadwalan jam lapangan
Yang sering kita lihat adalah banyaknya angkot yang beroperasi,disisi laen malahan jumlah penumpang menurun. Maka alangkah baiknya jika jumlah angkutan yang beroperasi ini di atur dengan sistem ship. Anggap saja ada jadwal pagi dari pkl 05.00-13.00 dan siang pkl 13.00-21.00,selain akan mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya dengan system ini akan menambah penghasilan para pengusaha dan meminimkan biaya operasional. Karena dari pengamatan terkadang angkutan umum hanya menampung beberapa orang yang dirasa tidak akan menutup biaya operasiaonal.
Ø  Seragam dan pelatihan
Adanya seragam akan membuat para sopir menjadi tampak rapi,dan juga membuat bukan sembarang orang bisa mengoperasikan angkot. Karena seragam akan menjadi identitas mereka. Ditambah dengan ada pelatihan dan penerapan Standart Operasional Pelayanan akan berdampak lebih baik untuk kenyamanan dan kepuasan pelanggan.
Dengan tips-tips dari di atas tentunya tidak akan mudah berjalan jika tanpa bantuan dari pihak-pihak terkait. Dan tanpa ada kesadaran dari masyarakat juga hal ini tidak akan berjalan. Semua ide-ide ini semoga menjadi inspirasi bagi daerah-daerah yang sedang mengalami masalah yang serupa.