Minggu, 05 Januari 2014


Berkendara itu tak hanya sebatas gas,kopling, dan rem.
Masih banyak aturan dan norma yang berlaku di jalan raya. Oleh karena itu SIM (Surat Ijin Mengemudi) adalah tolok ukur kelayakan seseorang untuk mengendarai kenadaraan bermesin ini.

Sayang sekali perolehan ijin ini terkesan mudah dan sepele, sehingga dengan mudah pengguna yang tidak memenuhi standart mampu lolos menggunakan kenadaraan secara bebas.

Menyeramkan ketika melihat anak kecil usia 10 tahun memebawa sepeda motor dan memacunya hingga berjalan kencang di jalan raya. Kalo diperkirakan berat badan si anak hanya sepertiga dari motor tersebut, ini berdampak akanadanya kurang kontrol dari si anak jika terjadi sesuatu di jalan nantinya.

Satu lagi mungkin sebuah pesan toleransi.\
Bukan hanya agama saja yang ada toleransi namun juga di jalan. Logika jika kita main asala sikat dan tidak mepertimbangkan pengendara lain adalha tindalan yang salah. Maka dari itu toleransi dalam berkendara adalah sikap yang wajib di budayakan.
Simple dengan hanya memepersilahkan mobil yang akan belok jalan terlebih dahulu, menghargai pejalan kaki yang akan menyebarang, dan membiarkan yang lebih cepat untuk jalan duluan.
Semua sebenarnya akan berdampak pada kelancaran jalan.

Sebuah kisah yang mungkin sering dialami.
***
Ketika dijalan mobil di depan kita berhenti, secara logika kita berpikir pasti ada suatu hal yang membuatnya berhenti. Namun dalam keadaan terburu-buru kita akan mencari celah dan mendahului. Siapa disangka alasan mobil depan kita tadi adalah adanya penyebrang jalan, dan karena kita telah memacu dengan lumayan cepat terlambat untuk menyadari ada orang di depan kita sedang menyebrang dan akhirnya terjadilah hal yang tidak kita inginkan.
 ***

Mari kita simak. artikel dari
Divisi Humas Mabes Polri
Etika berkendara itu perlu. Tujuannya adalah untuk menghormati, menghargai dan menjaga keselamatan orang lain. Kebanyakan pemakai jalan jarang yang punya motto sedia payung sebelum hujan, biasanya kehujanan dulu baru pakai payung. Nah, demikian pula dengan pengendara sepeda motor yang belum beretika, kalau belum kejadian belum jera.

Siapapun pasti tidak akan pernah mengharapkan celaka. Lalu solusinya bagaimana? Tentu saja dimulai dari diri kita sendiri. Adapun tips-tips untuk meminimalkan kejadian yang tidak menyenangkan saat berkendara seperti celaka atau mencelakakan orang lain adalah:

1. Pastikan kondisi fisik dan jiwa yang sehat, lakukan pemanasan sebelum berangkat ke tujuan

2. Pastikan sepeda motor yang akan digunakan benar-benar siap selama dalam perjalanan, mulai dari kesiapan kondisi mesin kendaraan, ban, rem, kopling, oli, handle gas, lampu depan, lampu rem, sign, rantai, busi, bahan bakar dan surat-surat (SIM dan STNK).

3. Gunakanlah helm full face atau helm standar (SNI) baik bagi pengemudi maupun pembonceng. Memakai kacamata dengan UV (Ultra Violet) protection di siang hari agar tidak silau dan pandangan mata lebih jelas.

4. Menyangkut kemungkinan perubahan cuaca, pengendara sepeda motor harus mempersiapkan jaket, sepatu, body protector, sarung tangan, kacamata dan jas hujan.

5. Bagi pembonceng wanita, sebaiknya tidak duduk menyamping melainkan harus menghadap ke depan.

6. Untuk menyeberang pastikan lalu lintas aman, barulah menyeberang.

7. Perjalanan di kota kecepatan tidak lebih dari 60km/jam, jangan berjalan dengan zig-zag, apalagi jika memboncengkan balita atau orang tua.

8. Jangan membawa muatan yang melebihi ketentuan (lebih dari 2 Orang).

9. Patuhilah rambu-rambu lalu lintas sepanjang rute perjalanan dan etika berlalu lintas.

10. Nyalakan lampu utama pada siang hari dan gunakan lajur jalan paling kiri.

11. Hal yang tak kalah penting adalah berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebelum mengawali perjalanan.

Kita tidak pernah tahu dan tidak pernah mau celaka, tetapi kalau bisa dicegah kenapa tidak? Disiplin berlalu lintas bukan hanya milik Petugas Kepolisian tetapi milik kita semua agar selamat sampai di tujuan.

# NTMC Korlantas Polri
https://www.facebook.com/DivHumasPolri/posts/611211368907723 


Desir ombak di pantai
masih terasa biasa
dalam gelap sang langit
hanya terdengar suara gemuruh mendayu
di ujng ufuk langit itu
rangkaian bintang seolah bercanda
mereka mengajak sesamanya
bermain dan bergurau
mengisahkan sebuah persahabatan

Ujung hari ini
ku masih terdiam sendiri
dalam pikir terus mencari
memehami setiap detik hidup ini
seiring cobaan terus menghantui
aku sendiri

Hidup ini akan datar tanpa masalah
masalah lah yang meniupkan angin kepada layarku
dia mengajakku untuk jatuh dan membantuku untuk lebih hidup
rayuannya menggodaku untuk akhiri semua mimpi

Malam ini
akan menjadi malam terakhir dalam hidupku
jika aku menyerah
saat ku pilih untuk lari
memutuskan untuk hindari

Tapi ini hidup
kita terpilih menjadi benih yang tumbuh
berjuang dari ribuan sel sperma
jatuh bangun untuk berjalan


Dulu kita tak belajar menyerah
seperti ombak tak kenal lelah hantam karang itu
waktu mengenalkan kita dengan kata itu

Dan waktu juga yang akan menjadi saksi
menjadi seperti apa kita nanti

Sadari kita tak sendiri
Muda selalu diidentikkan dengan Gaul.
Dan gaul atau tidaknya dilihat dari mengikuti perkembangan media atau tidak. Semua selalu dikaitkan akan hal ini sosial media. Sosial media seolah menjadi tolok ukur gaul atau tidaknya seseorang. Semakin bnyak peminat, maka akan semakin banyak penawaran yang didiberikan ini sangat jelas. Terbukti ketika begitu 'Ngeboom' nya sebuah sosmed,maka  akan bermunculan sosmed yang lain.

Semakin kesini sosial media menjadi sarana untuk bicara,bercengkrama, atau bahkan menjalin cinta. Karena disini terbentuk suatu komunikasi yang lebih mengasyikkan.

Akantetapi pernah tidak kita merasakan, terlalu serunya kita dalam memainkan sosial media tersebut semakin kita berkurang komunikasi langsung kita. Komunikasi interaktif 'Face to face' atau pertemuan langsung antara keempat bola mata.

Sebuah fenomena pun terlihat.
Saat kita mengadakan pertemuan bersama, saat pertemuan itu terjadi kesibukkan masing dengan Hp ato Android. Lantas apa gunanya pertemuan jika masih asyik dengan aktifitas masing-masing dan mengabaikan orang yang dengan jelas ada di depan mata. Masalhnya keasyikan yang sudah melenakan ini tidak benar. Mau makan foto dulu lantas di posting, jalan ke mana update, atau jangan-jangan mau buang air pun update.

Sosial media adalah sebuah aplikasi yang digunakan untuk memudahkan dan mendukung untuk suatu hal, namun penggunaan yang berlebihan yang tidak dibenarkan. Hingga akhirnya akan terasa 'Jauh terasa dekat, dekat terasa jauh'.
Karena pada saat itu kita harus sadar dunia nyata kita teralihkan ke dunia maya.
Padahal di dunia maya kita tergantung pada Tuhan, sedangkan di dunia maya kita tergantung pada listrik dan power bank.
Move On donk!!!

Kata ini aka sering terdengar di telinga kita ketika kita dalam masa yang sering orang bilang GALAU. Kaitan galau dengan Move On sangat erat. Seperti penyakit dan obatnya, bahkan seperti malam dan mentari.

Move On adalah keputusan kita untuk berpindah jalur dari jalur kehampaan ato fase galau itu beralih jalur cepat untuk berubah atau jalur cepat. Semua karena kehidupan harus tetap berjalan,sesulit apapun cobaan yang menghadang tak ada alasan untuk berhenti.

Namun kini ada sebuah jawaban yang lebih hebat yaitu Move Up.

The next level dari Move On.

Kalau boleh saya sampaikan Move Up adalah sebuah evolusi dan tahap yang berbeda dari Move biasa. Move Up merupakan pergerakan yang tidak biasa. Jika kita lihat Move On bergerak pindah rel, di dalam Move Up kita tak hanya berpndah rel namun kita lebih hebat lagi kita bergerak dengan berbeda alat transportasi. Atau lebih jelasnya misalkan dalam Move On kita berpindah rel dengan tetap menaiki kereta namun dalam Move Up berganti transportasi misal beralih ke pesawat.

Move Up
Melalui cara ini kita lebih memeperbaiki diri, mengembangkan diri, dan menyebarkan kebaikan diri. Proses ini kita sadari berkali-lipat lebih bagus dari Move On.

So tak cukup hanya dengan Move On saudaraku, mari kita Move Up dan menjadi pribadi yang lebih hebat dan dahsyat. Selangkah menuju level lebih tinggi.

Sabtu, 04 Januari 2014

Remaja adalah fase dimana seorang manusia mencari jatidiri katanya. Secara logika fase ini menjadi titik yang sangat penting dalam perkembangan dalam menjadi seorang manusia seutuhnya.
Pencarian jati diri,suat moment yang sangat penting. Namun perlu adanya pengawasan dan bimbingan dari orang yang lebih dewasa agar jalan yang para remaja pilih tidak keluar dari jalur norma ataupun kebenaran dan kebaikan.


Yang terlihat akhir-akhir ini pencarian jati diri mereka kurang tepat,misalkan dengan kebut-kebutan di jalan. Yang lebih anehnya ketika dengan bangganya mereka mengambil nfoto speedometer mereka dalam kondisi jalan dengan kecepatan tinggi. Hingga saat ini saya dengar itu jadi sebuah trend dikalangan mereka.
Gila. Hanya kata itu yang dapat saya gambarkan jika mendengar hal ini. Tak habis pikir apa yang ada dalam pikiran mereka. Kebanggaan macam apa yang memepertaruhkan nyawa.

Sebentar ya memang sih ada beberapa orang yang melakukan hal-hal berbahaya demi memecahkan rekor ataupun demi sebuah pertunjukkan. Namun mereka adalah orang-orang yang sudah memeperhitungkan dari segala sisi dan pestinya keselamatan. Oke itu wajar,ya karena mereka sudah berlatih dan memepersiapkan semuanya dengan matang.

Kembali lagi kepada "si narsis" apa yang mereka lakukan cenderung bukan karena alsan yang para ahli lakukan namun hanya berkutat seputar bangga-banggaan yang tidak jelas arahnya apa.

Oleh karena itu untuk menindaklanjuti tindakan bodoh itu kembali lagi lini awal adalah keluarga. Arahan dan bimbingan adalah hal utama yang harus dilakukan,dan semua dengan bumbu perhatian dan kasih sayang. Semoga mereka akan tersadar apa yang dilakuka itu tidak baik dan cepat tersadar dari kesalahn ini.
JENIS-JENS SITUASI KONSUMEN
Suatu jenis situasi konsumen yang sangat penting yaitu situasi konsumen pemakaian. Situasi sebenarnya dapat dipisahkan ke dalam tiga jenis utama : situasi komunikasi, situasi pembelian dan situasi pemakaian
.
SITUASI KOMUNIKASI
Situasi komunikasi dapat didefinisikan sebagai latar di mana konsumen dihadapkan kepada komunikasi pribadi atau  nonpribadi. Komunikasi pribadi akan mencakupi percakapan yang mungkin diadakan oleh konsumen dengan orang lain, seperti wiraniaga atau sesame konsumen. Komunikasi nonpribadi akan melibatkan spektrum luas stimulus, seperti iklan dan program serta publikasi yang berorientasi konsumen (misalnya, Laporan Keuangan). 


Pengaruh situasi mungkin pula timbul dari program tertentu di masa suatu iklan muncul. Sesungguhnya, beberapa studi telah melaporkan efek seperti ini. Di dalam satu penelitian, keadaan suasana hati penonton sementara menyaksikan iklan di pengaruhi oleh acara di sekelilingnya. Acara yang menyenangkan menyebabkan suasana hati yang lebih menyenangkan selama pemaparan iklan dibandingkan dengan acara yang menimbulkan rasa sedih., keadaan suasana hati yang lebih menguntungkan ini menyebabkan subyek mempunyai pikiran yang lebih positif sementara mengolah iklan, dan juga ingatan yang lebih baik akan informasi dalam iklan bersangkutan. Namun, dampak acara TV mungkin bergantung kepada jenis iklannya. Studi terbatu melaporkan bahwa acara yang menyenangkan menghasilkan ingatan yang lebih besar daripada acara yang membuat sedih untuk iklan yang menyenangkan, sementara acara tersebut tidak mempunyai efek yang berarti pada ingatan untuk iklan yang menyedihkan.

Begitu pula, minat atau keterlibatan konsumen dengan suatu acara mungkin menentukan sebagian keefektifitan iklan. Ingatan akan merek yang diiklankan dan teks iklan lebih rendah untuk iklan yang diperhatikan selama suatu acara yang lebih melibatkan dibandingkan acara yang kurang melibatkan penonton. Selain itu, sikap terhadap iklan kerap lebih menguntungkan bila pemaparan iklan terjadi selama acara yang kurang melibatkan penonton.

Para pelaksana sangat sadar akan pengaruh potensial yang mungkin ditimbulkan oleh suatu program keefektifan iklan mereka. Cola-cola, musalnya menghindari dari pemutaran iklan selama cara berita TV kerena akan ada beberapa berita untuk buruk di dalamnya dan Coke adalah produk yang menyenangkan dan ringan. Perhatian serupa menyebabkan Chrysler menarik iklannya dari mini seri ABC “Amerika” yang merupakan topik dari konsumen dalam fokus.


SITUASI PEMBELIAN





Situasi pembelian mengacu pada latar di mana konsumen memperoleh produk dan jasa. Pengaruh situasi sangat lazim selama pembelian. Sebagai contoh yang sederhana, pertimbangan perubahan hebat dalam kepekaan konsumen akan harga di dalam situasi pembelian. Penjualan makanan akan merasa sangat sulit untuk membebankan harga yang harus dibayar konsumen untuk soda  dan jajanan di bioskop atau stadion baseball/stadion bola.
Pengaruh situasi dapat mewujudkan diri dalam bermacam cara selama pembelian, beberapa bentuk utama dideskripsikan berikut ini :
Lingkungan Informasi
Lingkungan Informasi mengacu pada keseluruhan jajaran data yang berkaitan dengan produk yang tersedia bagi konsumen. Sifat Lingkungan Informasi akan menjadi determinan penting dari perilaku pasar kerika konsumen terlibat di dalam semacam bentuk pengambilan keputusan nonkebiasaan. Sebagian dari karakteristik lingkungan yang utama mencakupi :
  1. Ketersediaan Informasi 
  2. Beban Informasi 
  3. Format Informasi
  4. Bentuk Informasi
Lingkungan Eceran
Sifat fisik dari lingkungan eceran, kerap diacu sebagai store atmospheries, sangat menarik bagi para pemasar karena dua alasan mendasar. Pertama, berbeda dengan banyak pengaruh situasi yang berada di luar kendali pemasar, mereka mempunyai kemampuan untuk menciptakan lingkungan eceran. Kedua, pengaruh ini dibidikkan kepada konsumen dapat di tempat yang benar di dalam toko.
Dari prespektif pemasar, atmospherics suatu toko dapat mempunyai sejumlah efek yang diharapkan pada konsumen. Pertama, atmospherics dapat membantu membentuk arah maupun dari durasi perhatian konsumen, sehingga meningkatkan kemungkinan pembelian untuk produk yang mungkin saja terabaikan. Kedua, lingkungan eceran dapat mengekspresikan berbagai aspek mengenai toko kepada konsumen, seperti khalayak yang dimaksudkan dan penempatan (misalnya, toko busana berharap untuk menarik pelanggan skala atas dengan citra mode). Akhirnya, latar toko dapat pula mendatangkan reaksi emosi tertentu dari konsumen (misalnya, kesenangan dan kegairahan). Penelitian mengemukakan bahwa perasaan ini dapat mempengaruhi jumlah waktu dan uang yang dihabiskan sewaktu berbelanja.
Lingkungan eceran terdiri dari beberapa macam elemen diantaranya :
  1.  Musik 
  2. Tata Ruang dan Lokasi di Dalam Toko 
  3. Warna 
  4. Bahan POP (Point-Of-Purchase) 
  5. Wiraniaga 
  6. Kesesakan 
  7. Pengaruh Waktu


SITUASI PEMAKAIAN
Situasi pemakai (Usage Situaition), yang mengacu pada latar di mana konsumsi terjadi. Dalam banyak kejadian, situasi pembelian dan pemakaian sebenarnya sama (misalnya, konsumen yang memakan hidangan mereka di restoran fast-food). Tetapi, konsumen produk kerap di dalam latar yang sangat jauh, baik secara fisik maupun temporal, dari latar di mana produk diperoleh.
Lingkungan sosial yang mencirikan situasi pemakaian dapat mempunyai pengaruh penting pada perilaku konsumen. Di dalam lingkungan dewasa ini yang semakin antirokok, kehadiran orang yang bukan perokok kerap akan berfungsi sebagai rintangan bagi perokok yang ingin menyalakan rokoknya. Penjualan bir khususnya peka terhadap apakah konsumsi terjadi di dalam latar umum versus pribadi. Antara 80 dan 90 persen penjualan bir impor adalah “di dalam gedung” (misalnya, di dalam bar dan restoran) di mana orang lain dapat melihat jenis biar yang diminum. Sebagai kontras, 70 persen dari penjualan merek domestik dihasilkan oleh konsumsi di dalam rumah.
Waktu dimana pemakaian terjadi mungkin pula mempengaruhi perilaku konsumen. Sebagai contoh, konsumsi makanan sangat bergantung pada waktu dalam satu hari. Kita jarang memakan spageti untuk sarapan atau serealia untuk makan malam. Sebagai contoh memperlihatkan preferensi mahasiswa atau masyarakat intuk berbagai buah bergantung pada waktu dalam satu hari dan konteks di mana konsumsi terjadi. Contoh : buah pesik adalah buah yang paling disukai untuk sarapan atau jajanan pada siang hari, tetapi digantikan dengan arbie untuk pencuci mulut pada waktu makan malam.
INTERAKSI ORANG-SITUASI
Sacara implisit mengasumsikan bahwa semua konsumen berespons dengan cara yang sama terhadap situasi tertentu. Namun, kenyataannya tidak harus demikian. Walaupun sebagaian konsumen mungkin sangat dipengaruhi oleh variasi situasi, yang lain mungkin sering terbukti agar tidak peka.
 Ide bahwa konsumen tidak homogeny dalam respons mereka trehadap faktor situasi memiliki implikasi penting untuk pemangsaan pasar. Karena kosumen yang berbeda mungkin mencari manfaat produk yang berbeda, yang dapat berubah melintasi situasi pemakaian yang berbeda, diskon berargumen bahwa pemasar mungkin kerap perlu menggunakan pemangsaan orang-situasi. Ini adalah manfaat yang seharusnya disampaikan oleh produk dalam membujuk pangsa pasar orang-situasi yang spesifik. Selain itu, beberapa pangsa orang-situasi mencari manfaat yang unik (misalnya, lation musim dingin dengan wangi-wangian untuk pemain ski wanita). Pabrik suntan yang tertarik untuk menargetkan wanita dewasa berkulit hitam yang menggunakan produk tersebut sewaktu bermain ski, misalnya, harus menyertakan bahan yang akan memberikan perlindungan khusus sinar matahari dan cuaca, formula antibeku, dan wangi-wangian parfum musim dingin yang menarik bagi wanita.
  
PENGARUH SITUASI TIDAK TERDUGA
Pemasar kadang bertanya kepada konsumen target mengenai maksud pembelian mereka untuk ,meramalkan permintaan produk pada masa dating. Walaupun maksud pembelian dapat, dalam kondisi yang tepat, besifat prediktif mengenai perilaku masa datang, satu ancaman besar terhadap daya prediktif mereka adalah gangguan yang disebabkan oleh pengaruh situasi yang tak terduga. Sebagai contoh, seorang konsumen mungkin sepenuhnya mengantisipasikan pembelian merek kripik kentang tertentu selama kunjungan yang berikutnya ke toko makanan. Namun, maksud pembelian ini mungkin tidak terpenuhi bila produk tersebut habis atau bila ada ada merek lain dengan kualitas sama dijual di sana. Sebaliknya, seorang konsumen mungkin tidak berminat untuk membeli suatu produk sewaktu disurvai pada waktu tertentu. Namun, pembelian berikutnya mungkin terjadi karena semacam kejadian yang tidak diantisipasikan (misalnya, orang yang bukan peminum kopi membeli kopi untuk orangtuanya yang suka minum kopi).
Dari prespektif pemasaran, pokok penting di sini secara sederhana adalah bahwa orang harus mengenali potensi pengaruh situasi yang tak terduga dapat merusak keakuratan ramalan yang didasarkan pada maksud pembelian. Walaupun lerap diharapkan bahwa efek seperti ini akan cenderung diseimbangkan (yaitu, jumlah pelanggan yang hilang karena pengaruh situasi yang tak terduga akan diimbangi oleh jumlah yang didapat karena alasan yang sama), kenyataannya mungkin tidak demikian.      

Sumber :
 James F. Engel, Roger D. Blackwell, Paul W. Miniard. (1994). Perilaku Konsumen Jilid 1. Jakarta : Penerbit Binarupa Aksara.
Gambar : google.co.id/ https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi
Studi tentang keluarga dan hubungan mereka dengan pembelian dan konsumsi adalah penting, tetapi kerap diabaikan dalam analisis perilaku konsumen. Pentingnya keluarga timbul karena dua alasan.
Pertama, banyak produk dibeli oleh konsumen ganda yang bertindak sebagai unit keluarga. Rumah adalah contoh produk yang dibeli oleh kedua pasangan, barangkali dengan melibatkan anak, kakek-nenek, atau anggota keluarga lain dari keluarga besar. Mobil biasanya dibeli keluarga, denga kedua pasangan dan kerap anak remaja mereka terlibat dalam berbagai tahap keputusan, dan masih banyak lagi contohnya.
Kedua, bahkan ketika pembelian dibuat oleh individu, keputusan pembelian individu bersangkutan mungkin sangat dipengaruhi oleh anggota lain dalam keluarganya. Anak-anak mungkin membeli pakaian yang dibiayai dan disetujui oleh orangtua. Pengaruh seorang remaja mungkin pula besar sekali pada pembelian pakaian orangtua. Pasangan hidup dan saudara kandung bersaing satu sama lain dalam keputusan tentang bagaimana pendapatan keluarga akan dialokasikan untuk keinginan individual mereka. 

Studi tentang keputusan keluarga sebagai konsumen kurang lazim dibandingkan studi tentang individu sebagai konsumen. Alasan untuk pengabaian dalam studi pembelian keluarga adalah kesulitan dalam mempelajari keluarga sebagai organisasi. Survei dan metodologi penelitian pemasaran lain lebih mudah dijalankan untuk individu daripada untuk keluarga. Pemberian kuisioner kepada seluruh keluarga memerlukan akses ke semua anggota pada waktu yang lebih kurang sama (sulit dilakukan di dalam lingkungan dewasa ini), dengan menggunakan bahasa yang mempunyai makna bagi semua anggota keluarga (sulit karena ketidaksesuaian dalam hal usia atau pendidikan), dan menafsirkan hasil ketika anggota dari keluarga yang sama melaporkan opini yang bertentangan mengenai apa yang dibeli oleh keluarga atau pengaruh relatif dalam keputusan tersebut (temuan yang lazim di dalam penelitian keluarga)
APAKAH KELUARGA ITU?


Keluarga (family) adalah kelompok yang terdiri dari dua atau lebih orang yang berhubungan melalui darah, perkawinan, atau adopsi dan tinggal bersama. Keluarga inti (nuclear family) adalah kelompok langsung yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang tinggal bersama. Keluarga besar (extended family) mencakupi keluarga inti, ditambah kerabat lain, seperti kakek-nenek, paman dan bibi, sepupu, dan kerabat karena perkawinan. Keluarga di mana seseorang disebut keluarga orientasi (family orientation), sementara keluarga yang ditegakkan melalui perkawinan adalah keluarga prokreasi (family of procreation).
APAKAH RUMAH TANGGA ITU?
Rumah tangga (household) adalah istilah lain yang kerap digunakan oleh para pemasar sewaktu mendeskripsikan perilaku konsumen. Rumah tangga berbeda dengan keluarga dalam hal rumah tangga mendeskripsikan semua orang, baik yang berkerabat maupun yang tidak, yang menempati satu unit perumahan. Baik untuk rumah tangga maupun keluarga, data dapat digunakan oleh organisasi pemasaran untuk analisis makro maupun pemasaran. Haverty mengidentifikasi variabel utama yang terlibat di dalam analisis seperti ini:
  1. Fungsi Produksi Rumah Tangga:
    Fungsi Pembelian
    Produksi Rumah Tangga
    Fungsi Konsumsi
    Fungsi Pasar Tenaga Kerja
    Fungsi Pemeliharaan Keluarga
     
  2. Stok (Sumber Daya) Rumah Tangga :
    Informasi
    Sumber Keuangan
    Barang Pasar
    Karakteristik
    Waktu
     
  3. Variabel Eksogen atau yang Ditetapkan Sebelumnya :
    Data
    Peluang Pasar Tenaga Kerja
    Peluang Pasar Produk
    Struktur Rumah Tangga
    Kepuasan
VARIABEL YANG MEMPENGARUHI PEMBELIAN KELUARGA/RUMAH TANGGA
Keluarga memiliki pendapatan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan rumah tangga karena jumlah yang lebih banyak dari individu yang bekerja di dalam keluarga. Untuk keluarga mapun rumah tangga, keempat variabel structural yang paling member dampak pada keputusan pembelian dan yang dengan demikian paling menarik bagi pemasar adalah usia kepala rumah tangga atau keluarga, status, perkawinan, kehadiran anak san status pekerjaan.
Keluarga adalah sama dengan perusahaan; keluarga adalah organisasi yang terbentuk untuk mencapai fungsi tertentu yang lebih efektif dibandingkan individu yang hidup sendiri. Fungsi yang jelas bahwa dua orang dapat mencapai lebih baik daripada satu orang adalah mempunyai anak. Walaupun analisis konsumen mungkin tidak mempunyai opini mengenai apakah keluarha harus mempunyai anak atau tidak. Konsekuensi ekonomi dengan hadirnya anak menciptakan struktur permintaan akan pakaian, makanan, perabot, rumah, perawatan kesehatan, pendidikan, dan produk lain. Anak di dalam keluarga dapat menyebabkan menurunnya permintaan akan produk lain, seperti perjalanan, pakaian orang dewasa, dan banyak barang yang bebas dipilih.
KEPUTUSAN PEMBELIAN KELUARGA
Keluarga adalah “pusat pembelian” yang merefleksikan kegiatan dan pengaruh individu yang membentuk keluarga bersangkutan. Individu membeli produk untuk dipakai sendiri dan untuk dipakai oleh anggota keluarga yang lain.
  1. Peranan individu dalam pembelian keluarga.
  2. Perilaku peran (role behavior).
  3. Peranan pasangan hidup dalam keputusan pembelian.
SIKLUS KEHIDUPAN KELUARGA
Keluarga berubah bersama waktu, melewati serangkaian tahap. Proses ini disebut silkus kehidupan keluarga (SKK). Walaupun sudah digunakan di dalam literature sejak tahun 1931, konsep tersebut mendapat pengaruhnya yang paling luas di dalam penelitian pemasaran oleh Wells dan Gubar, dan belakangan di dalam buku karya Reynolds dan Wells, yang memperhatikan bagaimana siklus kehidupan mempengaruhi perilaku konsumen.
STRUKTUR KELUARGA DAN RUMAH TANGGA YANG BERUBAH
Apa yang dimaksud dengan sturktur keluarga kontemporer? Bagaimana struktur itu berubah? Bagaimana struktur itu mempengaruhi konsumsi? Apakah realitas yang berkembang dari struktur keluarga merupakan masalah atau peluang untuk organisasi pemasaran? Ini adalah beberapa dari pertanyaan yang para peneliti konsumen berusaha menjawabnya. Banyak jawaban tersebut melibatkan data dari sensus dasawarsa dan laporan sementara oleh Biro Sensus?
  1. Menikah atau Single.
  2. Ukuran Rumah Tangga.
  3. Perkawinan dalam usia yang lebih lanjut.
  4. Boom orang single.
  5. Perceraian dan perilaku konsumen.
  6. Orang-orang single yang hidup bersama.
  7. Pemasaran untuk orang single.
  8. Perkawinan kembali
 
METODELOGI PENELITIAN UNTUK STUDI TENTANG KEPUTUSAN KELUARGA
Bila anda menyiapkan analisis pengaruh keluarga pada keputusan keluarga dalam hal pembelian atau konsumsi, sebagian besar teknik penelitian akan sama dengan studi penelitian pemasaran yang lain.
  1. Kerangka Proses-Keputusan.
  2. Kategori Sturktur-Peran. 
  3. Bias Pewawancara. 
  4. Seleksi Responden . 
Sumber :
 James F. Engel, Roger D. Blackwell, Paul W. Miniard. (1994). Perilaku Konsumen Jilid 1. Jakarta : Penerbit Binarupa Aksara.
Gambar : google.co.id/ https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi